Shout out untuk para sahabat basket sekalian! Pastinya sudah pada kangen untuk menonton pertandingan basket maupun untuk kembali ke lapangan untuk bermain basket lagi, bukan?

Di artikel kali ini, kita mau sahabat basket sekalian untuk flashback ke tahun 2017 di liga yang dinamakan LBO (Liga Basket Operator).

Kali ini, ada 3 pemain yang akan kita kupas gaya permainannya sekalian untuk sedikit bernostalgia semoga kita semua bisa kembali lagi ke lapangan dan menikmati olahraga kesukaan kita semua yaitu Olahraga Basket.

Pemain-pemain yang kali ini akan kita bahas adalah:

Adityo Yudanto

Pemain yang juga sekaligus menjabat sebagai ketua panitia LBO 2017 adalah orang yang biasa kita sebut basketball crazy alias si gila basket.

Terlihat dari bukan hanya bermain untuk timnya yaitu Indosat, tetapi juga berperan untuk memastikan berjalannya suatu liga.

Dan itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan di waktu yang sama.

Pemain bernomor punggung 12 ini adalah pemain dengan gaya permainan typical Power Forward. Namun dia termasuk pemain undersized untuk posisi ini sehingga Adit lebih banyak memilih untuk melakukan medium shot dari sisi kiri maupun kanan lapangan.

Selain itu juga, salah satu senjata pamungkasnya adalah fast break.

Adit bisa dikatakan sebagai pemain yang jarang melakukan foul terhadap pemain lawannya. Ini disebabkan karena pemain ini adalah termasuk pemain yang lebih fokus terhadap offensive play dan ini terlihat dari seringnya dia sudah berada di garis depan untuk mencetak angka sambil menerima operan matang dari kawannya.

Tentu tidak ada yang salah dengan gaya permainan seperti ini. Setiap pemain memiliki perannya masing-masing dan kalau dilakukan dengan konsisten dan disiplin, biasanya itu adalah salah satu kunci untuk membawa kemenangan bagi tim.

Ryan Akbar

Pemain dengan postur tubuh di atas rata-rata termasuk tinggi dan berat, tentunya membuat Ryan mendapatkan advantage baik pada saat bertahan maupun menyerang dibanding pemain lainnya.

Ryan adalah pemain yang memiliki basketball IQ tinggi di mana dia tidak lagi bermain seperti pure center, tetapi lebih banyak mengisi kekosongan yang ada di tim dimana dia bermain. Gaya permainan ini membuat Ryan menjadi all-around player, termasuk juga menembak 3 angka bagi timnya.

Pemain Telkom Indonesia bernomor punggung 16 ini dapat membawa bola dengan baik, mengoper, rebound, bertahan dan juga mencetak angka. Ini adalah ciri-ciri pemain dengan kategori komplit.

Meskipun dapat melakukan banyak hal di atas lapangan, Ryan sebenarnya adalah paling efektif pada saat tetap bermain mengancam di bawah ring layaknya pure center, dan pada saat dia dikepung, pilihannya selalu ada untuk mencetak angka, mencari foul, atau bahkan untuk mengoper ke luar/swing ke temannya yang sudah siap untuk menembak dari garis 3 angka.

Namun kelihatannya masih tersisa trauma dari cedera ankle dan lutut yang pernah dialaminya sehingga dia tidak selalu bermain dengan gaya dan posisi seperti ini.

Dapat dimaklumi tentunya, karena sebagai pemain yang pintar, sudah pasti harus tahu kapan mengadaptasi gaya permainan yang disesuaikan dengan kondisi fisik kita.

Bahkan seorang Michael Jordan pun bisa kita lihat merubah gaya permainannya di ujung karirnya yang lebih banyak melakukan fadeaway jumpshot dibanding dengan airy dunk yang sering dia lakukan di awal perjalanan karirnya.

Jadi adaptasi adalah kata kunci untuk dapat terus bertahan di dalam permainan basket.

Mbot Dimas

Pemain ex Aspac ini seharusnya sudah tidak asing lagi untuk mereka yang mengikut perjalanan bola basket nusantara.

Di Liga LBO 2017, Mbot bermain untuk Ericsson dengan nomor punggung 3. Biasanya pemain dengan nomor punggung 3 adalah pemain yang suka menembak 3 angka, tetapi kali ini kita kedapatan pemain nomor punggung 3 yang suka mencuri bola lawan, mungkin 3 adalah steal minimal yang harus dia hasilkan di setiap pertandingan.

Kepiawaiannya membaca permainan lawan, seringkali menghasilkan steal untuk timnya dan biasa akan dilanjutkan langsung dengan assist maupun berujung dengan menghasilkan angka dari seorang Mbot.

Dia juga memiliki footwork yang sangat baik, membuat Mbot mudah mengecoh lawannya pada saat pemain lawan berusaha menjaga dia.
Banyak sekali kita lihat gaya permainan Mbot dimana dia membawa bola dengan kecepatan yang tinggi namun masih dapat melakukan crossover dan membongkar pertahanan lawan sehingga dia dapat mencetak angka dengan mudah maupun melakukan operan-operan cantik ke temannya.

Inilah senjata pamungkas Mbot, termasuk keahlian “mencurinya” tadi.

Tetapi sebenarnya selain itu semua, pemain ini memiliki skill medium shot yang sangat baik, namun seringkali malah instingnya mengalahkan itu, di mana membuat dia lebih sering melakukan penetrasi ke dalam sehingga harus berjibaku dengan banyak pemain bertahan dibanding melakukan tembakan medium shot.

Satu hal yang jelas, Mbot adalah tipe pemain yang dapat membuat banyak teammatesnya menjadi pemain yang lebih baik. Sebuah keuntungan untuk suatu tim memiliki pemain seperti ini.

Nah, kira-kira itulah gaya permainan ketiga pemain ini. Buat kalian yang pernah menyaksikan LBO 2017, apakah ada pemain lain yang menurut kalian selayaknya juga dibahas di artikel selanjutnya?

Kita tunggu yah responsnya di bagian komentar. Dan sementara itu, stay safe and stay healthy.

Salam Olahraga!

The Shadow