Huah.. lega rasanya ngelihat hasil final season 3 kali ini. Ibarat habis menarik nafas panjang, kemudian ditahan, lalu diembuskan lewat mulut! Kenapa gitu? lihat aja, tim Venom keluar sebagai juara season 3. Mereka menang dramatis di saat-saat kritis. Beri standing ovation dulu untuk pasukan dari Tim Venom yang terhormat: Rendy, Imbar, Albert, Novi, dan Asan. Partai ketiga di season 3 ini bisa dibilang paling seru. Partai sebelumnya juga enggak kalah seru, tapi semua yang datang menyaksikan laga Venom versus Golden setuju kalau game terepik adalah ini. Rendy sebagai kapten layak disebut pahlawan di sini. Betapa tidak? Rendy yang biasanya bisa dibilang kurang mentereng soal mencetak poin, mendadak jadi Jordan Mode yang berhasil membawa Venom unggul 26-19 atas Tim Golden. Padahal, Venom sempat kalah di game pertama lewat drama free throw. Tapi, dewi fortuna sepertinya berada di pihak Venom. Pada game kedua, Venom yang nyaris kalah, tiba-tiba membalikkan keadaan lewat tembakan jitu three poin Albert.

Kalau kita lihat statistik pertandingan Venom melawan Golden, nampak Venom lebih subur dalam mencetak angka. Mereka berhasil mengkonversi tembakan-tembakan menjadi poin kemenangan. Dari hasil free throw, Venom meraih 4/4, sementara Golden 2/4. Tapi, bicara rebound, Venom harus mengakui keunggulan Golden dengan 8/16. Biasanya, tim yang paling banyak melakukan rebound adalah tim juara, tapi ini enggak, malah sebaliknya. Jadi kayak keajaiban!  

Sang Kapten, Rendy leading scorer yang mencetak 12 poin, dengan 6 masuk dari 10 percobaan tembakan. Pembagian peran masing-masing pemain di Venom juga dirasa pas dan efektif. Sehingga game ini bagai membri kita pelajaran kalau mau menang enggak bisa bergantung pada 1 orang aja. Inilah teamworks sesungguhnya! Misal Albert lagi kurang bertaji, anggota tim Venom lainnya bisa ikut berperan dan melengkapi, bahkan mencetak angka. Hal ini sudah pasti membuat statistik individual para pemain Venom terdongkrak naik.

Tapi kalau kita lihat lagi gamenya, Rendy main di luar nurul! Mungkin dia mulai menemukan kepercayaan dirinya yang selama ini tertidur dan akhirnya meledak dan diluapkan dalam bentuk skill yang tepat dalam berkompetisi. Ditambah, rekan setimnya, Imbar pernah berpesan ke Rendy “kalau main relaks aja, santai, jangan kena pressure.” Mungkin itulah kata kunci untuk membuka bakat Rendy yang selama ini terpendam.

Enggak ketinggalan, partai ketiga ini juga makin seru dengan kehadiran para pemain yang sudah lama enggak aktif tapi menyempatkan waktu datang dan menyaksikan langsung turnamen. So, thanks for coming guys! hope you’ll be back on the court! Terus juga nih, amat disyukuri dan dibanggakan selama season 3 berlangsung, itu semua berjalan lancar dan tidak ada ribut-ribut. Dan ini layak banget diapresiasi. Terima kasih para basket lord, terima kasih buat kita semua, dan kembali lagi, selamat buat Tim Venom. Kalian sangat berhak dan pantas menjadi juara dan memenuhi ramalan selama ini! Sampai berjumpa lagi di musim 4 yang pasti akan lebih seru dan makin panas! Semoga hari kalian semua menyenangkan! stay tuned dan ingat selalu untuk tetap sehat, make score not war.. peace!

-masbon