Halo para basket lord! Kita udah ngelewatin musim ketiga yang baru aja berakhir dramatis dengan Tim Venom sebagai juara, setelah mengalahkan Tim Golden. Tulisan mengenai kemenangan Tim Venom sudah banyak kita bahas sebelumnya. Nah di artikel kita kali ini, mari sama-sama mengapresiasi tim runner up yakni Golden yang dulunya bernama Golden Park. Kenapa kita harus ngebahas tim finalis di artikel ini, karena para pemain tim Golden yakni Yosua, Dickson, Aldo, Yosep, dan Hendro bermain luar biasa di sepanjang season 3. Mereka bahkan memberikan perlawanan sengit ke tim juara yaitu Venom.

Aldo – Yosua – Dickson

Perjalanan tim Golden sampai ke final season 3 juga enggak gampang. Yosua cs harus mengalahkan tim Mamba di semifinal demi masuk final. Namun meraih kemenangan yang tertunda setelah dikalahkan Venom dengan skor 26-19! Padahal di game pertama, Golden menang lewat adu lemparan bebas atau free throw. Tapi di game kedua, Venom membalas dan mengungguli Golden. Nyesek sih, tapi itulah pertandingan. Tapi kalau kita lihat di sini, enggak ada menang enggak ada kalah, dua-duanya menang, cuma tim yang satu mungkin belum waktunya di musim ini. Kita tunggu di musim depan atau season 4! Sebab biasanya nih kalau kita ngintip primbon sejarah, runner up akan jadi juara di musim berikutnya. Tetep sih, waktu yang membuktikan nanti.

Sedikit mengingat ke belakang, di musim 1, Golden menang dari tim Espada yang juga lewat drama free throw. Saat itu, lemparan bebas Ray dari Espada gagal, dan tembakan Yosua dari Golden berhasil membuahkan poin. Tapi di musim kedua, Golden berada di posisi buncit alias jadi juru kunci klasemen karena absennya Yosua selama satu musim akibat cedera.

Season 1 Finals Espada vs Golden

Kembali lagi ke musim 3 nih. Kalau kita lihat masing-masing pemain dari tim Golden, Yosua bermain luar biasa sepanjang musim kemarin, mulai dari tembakan 3 poin, defense, rebound, tapi pas di final, Yosua enggak terlalu dominan karena timnya lengkap semua dan skillnya bagus-bagus.

Dickson kapten Golden yang menjalani musim kedua dia bermain di Saiyan League. Awalnya dia enggak pede, tapi melihat aksinya, Dickson sepertinya calon nominasi most improved player di season 3. Setuju nggak? Lanjut ke pak Yosep pemain “senior” kita yang penampilannya luar biasa mengejutkan dan dominan serta sempat mencetak poin krusial bagi tim.

Kita mungkin melihat pak Yosep kayak gini ya? wah cadas! pemain paling senior bisa berjibaku dengan semua pemain yang lebih muda darinya, enggak takut menyusup, grabak grubuk dan nembak di dekat ring. Karena biasanya gambaran atau perkiraan kita nih, pemain seangkatan pak Yosep biasanya akan main santai dan mengayomi yang muda. Bener kan? hayo ngaku.. Tapi ternyata enggak loh! pak Yosep main lepas tanpa beban dan lincah abis! Salut sama stamina dan daya juang pak Yosep. Tapi meski diakui, beliau ada kelemahan dari segi free throw.

Lanjut ke Aldo yang di musim 3 kemarin bisa dikatakan bermain dominan. Tembakan di mid range, rebound bagus, namun sayang dia main sambil cedera saat di final, jadi enggak bisa maksimal. Tapi sangat layak diapresiasi, meski cedera, mainnya juga masih bagus banget.

Lalu ke Hendro yang di bermain beberapa kali di semifinal. Di situ dia menunjukkan keahlian defense dan mengcover penuh Imbar. Dari tembakan, Hendro juga mahir dalam hard shot.

Gimana setuju dengan review di atas? Jangan lupa tulis komentar dan share artikel ini ya? Stay tuned dan tetap sehat.. ingat selalu make score not war…peace!

-masbon