Draft pick ini adalah ajang dimana para kapten memilih pemain (Draft) untuk masuk dalam squad-nya. Tim yang musim lalu meraih posisi terakhir, akan mendapat giliran memilih pertama atau sering disebut 1st pick dan dilanjutkan pada tim dengan peringkat kedua terakhir mendapatkan 2nd pick, ketiga terakhir mendapat 3rd pick dan seterusnya.

Tujuan draft pick ini adalah pemerataan. Sehingga tim yang kurang berprestasi pada musim sebelumnya, dapat kesempatan menambah amunisi terbaik kepada timnya, sehingga bisa bersaing di musim berikutnya. Draft pick juga bukan hal asing di dunia basket. NBA pun rutin melakukan hal ini, dan kita bisa lihat tim-tim yang mendominasi atau juara NBA selalu berubah-ubah alias enggak itu-itu melulu. Nah, ini yang bikin liga basket Amerika Serikat itu menjadi seru.

Jelang season 3 ini, kita akan menganalisa draft pick yang sudah dilakukan oleh tiap kapten. Dimulai dari Tim Golden yang berkesempatan meraih 1st pick pada season 3 ini. Tim yang diisi Dickson, Yosua, dan Yosep memilih Aldo sebagai 1st pick mereka. Pilihan yang sangat realistis, mengingat Aldo adalah pure Bigman, posisi yang masih kosong di Tim Golden. Ditambah, absensi Aldo yang rutin hadir menjadikan nilai plus tersendiri. Jadi inget kata-kata mutiara dari Oscar sebelum draft pick dilakukan, “buat apa pick pemain jago tapi gak pernah datang? absen adalah faktor penting!”.

Pada second round, Dickson sebagai kapten tim mencoba peruntungan dengan bertaruh mengambil Hendro. Kenapa dibilang bertaruh? Dickson belum pernah melihat langsung permainan Hendro dan mengenalnya. Dickson hanya melihat cuplikan highlight aksi Hendro bermain di komunitas bapak-bapak keren Roar Daddies. Kalau dilihat dari aksinya, Hendro adalah tipikal pemain dengan peran guard. Ya, Tim Golden memang butuh pemain yang bisa mengisi posisi itu. So, PDKT ke Hendro it’s worth a try. Overall Grade Tim Golden: A

Lanjut ke tim kedua yang berhak memilih pemain adalah Mamba. Sang kapten, Oscar enggak pake lama langsung menunjuk Henry Ting. Alasannya, Oscar udah sering main bareng Henry dan kenal betul kekuatan pemain pilihannya itu yakni di paint area. Pilihan yang bijak sekaligus menguntungkan. Sebab, Oscar adalah pemain berpostur tinggi yang lebih sering bermain di luar. Dengan masuknya Henry, semua pasti akan penasaran apakah kombinasi twin slim tower ini efektif di season 3? kita tunggu saja.

Pada second round, Oscar memilih Anthony si guard/forward serba bisa yang permainannya juga efektif pada paint area. Pilihan yang mengejutkan. Soalnya posisi pure C alias pemain tengah dari Tim Mamba masih belum ada, tapi kapten Oscar malah memilih pemain berkarakter guard. Sepertinya Oscar sudah confidence sekali pada posisi Front Courtnya. Di pilihan terakhir Tim Mamba, jatuh pada Hanif, guard cepat, muda dengan permainan yang tidak dapat diprediksi menjadi pemain terakhir di Tim Mamba. Well, keputusan Oscar sulit ditebak. Namun menurut feeling kami, bakal banyak kejutan dari Tim Mamba di musim ketiga nanti. Overall grade Tim Mamba: B.

Kita ke Tim Nights dengan kapten Rei. Tanpa ragu, Rei langsung memilih Kristo. Alasannya simpel banget, yaitu absensi. Seperti kita tahu, Tim Nights beranggotakan bapak-bapak sibuk yang pada season lalu terkendala masalah kehadiran karena macetnya jalanan Ibu Kota. Dengan memilih Kristo, Ricky, Rudy, dan Rei kayak memberi garansi kalau pasti ada personel Tim Nights yang datang bermain. Tapi gak cuma masalah absen Kristo yang penuh kayak KRL pas pulang kerja, kemampuan Kristo pada mid range dan secara personal yang dinilai vibenya sangat positif, membuat kapten Rei tak kebingungan pada 1st round rookie pilihannya. Pada second round, Rei memilih Romi. Kembali, ini pilihan cerdas karena faktor kehadiran yang rutin dan konsisten ditambah skill Romi yang serba bisa, mulai dari main di dalam, 3 point shoot, dan dipaksakan sebagai back up Ricky pun tidak masalah.

Dengan pilihan tadi, Tim Nights yang season lalu beberapa kali kalah tipis ditambah tidak bermainnya Ari sebagai salah satu pemain andalan, diprediksi bakal berjuang keras di musim 3. Dalam diskusi grup menilai, jika Tim Nights sukses menciptakan chemistry di antara para pemainnya, kemungkinan besar Nights bakal sulit dikalahkan.  Overall Grade untuk Tim Nights: B.

Gimana para basket lord? Kira-kira itulah analisa draft pick season 3 part 1. Bagian kedua akan berlanjut di postingan berikutnya. Sedikit bocoran untuk next article adalah soal Tim Espada dan Tim Venom yang musim lalu mendominasi jalannya liga. Kenapa bersambung? ya drama Korea dan sinetron Indosiar sama SCTV aja bersambung, masak kita enggak? Haha So stay tuned ya.

-masbon

terima kasih