Siapa sih yang nggak tau cerita Cinderella? Kisah cewe super cakep nan aduhai yang dibully dan dijadiin pembantu oleh ibu tiri dan dua saudara perempuannya namun akhirnya menemukan keberuntungannya dan berhasil memperoleh kebahagiaan di akhir ceritanya bersama sang pangeran ganteng.

Di dunia olahraga pun dikenal istilah Cinderella Story ini untuk menggambarkan speak terjang sebuah tim yang awalnya terlihat kesulitan kemudian seiring berjalannya kompetisi kinerjanya semakin membaik dan akhirnya terhitung sukses di akhir musim bahkan bisa menjadi juara. Beneran ada yang seperti ini? Ada. Ambil contoh tim Tottenham Hotspurs di Liga Inggris musim 2015-2016. Memulai musim dengan kekalahan dan tidak pernah memperoleh kemenangan di 4 pertandingan awal (termasuk 2 kali imbang di kandang) akhirnya Tim Putih Lily ini baru berhasil menang di pertandingan kelima mereka saat menumbangkan tamunya Crystal Palace dengan skor tipis 1-0. Sepertinya saat itu bakal menjadi musim kedua yang amat berat bagi sang pelatih baru Mauricio Pochettino namun siapa sangka setelah itu mereka terus menuai hasil positif termasuk membantai 2 tim super dari kota Manchester dan sukses mengakhiri musim di posisi ketiga. Well, memang tidak sampai juara namun ini membuktikan bahwa Cinderella Story mereka adalah bukti kerja keras dan konsistensi dari tim secara keseluruhan.

Di Indo Slamdunk Unity League season 1 kemarin, hal yang mirip pun terjadi. Dan pada kompetisi ini sang Cinderella nya adalah tim Esper. Mereka mengalami kesulitan di minggu pembukaan dan memulai 2 pertandingan pertama tanpa kemenangan bahkan salah satunya karena gagal bertanding alias no contest. Bahkan hingga paruh musim tim ini masih belum bisa menembus 6 besar klasemen sementara saat itu. Namun di paruh musim kedua, segalanya membaik buat mereka. Kemenangan demi kemenangan berhasil diraih hingga mereka sukses bertengger di posisi 4 klasemen akhir season 1 dan berhasil mendapatkan tiket ke Playoffs. Di babak Playoffs mereka berhasil melewati hadangan Tobe High dalam partai keras nan menegangkan dan lolos ke final Red Bracket. Di pertandingan melawan Saiyan Vegeta, tim Esper pun sempat memenangkan pertandingan pertama dan unggul 1-0 melalui permainan gemilang BujanganSenpai, Velonscy & Silvayn walau akhirnya terpaksa mengakui keperkasaan tim Saiyan Vegeta dan gagal bermain di partai puncak musim pertama kemarin. Namun tak bisa dipungkiri hasil yang mereka raih ini amatlah luar biasa.

Sekarang di musim kedua Indo Slandunk Unity League apakah akan terjadi kisah Cinderella lagi? Siapakah kira-kira Cinderella nya kali ini? Yuk, kita ikuti terus jalannya kompetisi ini dan kita lihat hasilnya sama-sama!