Di artikel sebelumnya, kita udah sama-sama ngebahas 3 tim yang telah memilih pemain. Sudah pada baca belum? kalau belum, silakan baca dulu dengan klik di sini ya. Nah, di artikel kali ini, langsung aja kita bahas Tim Venom! Team run and gun yang pada musim 2 tidak memiliki bigman ini, di luar perkiraan justru mendominasi jalannya musim. Albert, key player Tim Venom, di-support oleh Imbar sang super PG. Rendy yang enhance gameplay menjadi bigman, ditambah support di luar lapangan dari Om Benny menjadikan tim Venom salah 1 team yang mengerikan. Gak pakai lama, sang kapten Tim Venom, yakni Rendy langsung memilih Asan. Alasannya, Venom ingin memperkuat posisi Bigs yang selama ini belum dimiliki. Selain itu, dalam beberapa cuplikan video aksi Asan terlihat piawai melakukan tembakan 3 angka.  

Bergabungnya Asan, bisa dibilang jadi salah 1 senjata baru Tim Venom. Ditambah body yang kekar dan kokoh layak disebut smart move dari kapten Rendy. 
Kemudian pada second round pick, tanpa ragu Rendy kembali memilih posisi Bigman Novi Satriadi yang musim 1 lalu pernah berjuang bersama-sama Rendy. Ibarat cinta lama bersemi kembali alias CLBK, Rendy kayak mau mengulang kenangan manis musim 1 lalu bareng Novi Satriadi. Dengan pilihan-pilihan itu, Tim Venom kini telah lengkap. Mereka punya speed, punya size, punya scorer, assist player, dan pemain yang sepertinya put team first. Pastinya Tim Venom diprediksi bakal makin ngeri. Bayangin aja, tim yang di musim lalu enggak lengkap ini bisa mendominasi permainan, apalagi sekarang sudah lengkap. Nice pick captain Rendy! Overall Grade : A+ 

Lanjut ke tim juara di musim 2 kemarin, Espada. Ibarat kejatuhan durian runtuh, kapten Tim Espada, Ray tidak menyangka bisa mendapatkan Evan pada 1st round. Seperti yang sama-sama kita ketahui, musim lalu, Tim Espada tidak pernah sekalipun mencetak tiga angka di regular season. Sepertinya, kekurangan inilah yang ingin diperbaiki Ray, dan kayak nemu jodoh yang selama ini dicari, rookie season ini ternyata banyak diisi oleh posisi bigman. Evan yang beberapa kali di pertandingan regular mencetak 3 angka, menjadikan rookie yang punya skill three point shoot di season 3 ini langka. 

Ke pilihan kapten Ray selanjutnya untuk Espada yakni Rano. Kapten Ray berharap Rano bisa mengcover posisi front courtnya Dimas dan Chandra yang belakang ini kerap absen. Rano memiliki postur 178 sentimeter dan kuat dalam hal defense and rebound. Kok kenapa Ray enggak milih Hanif yang jelas-jelas sudah bermain bareng Espada di musim sebelumnya? Ternyata alasannya adalah melihat kebutuhan tim dan adanya pemikiran lain. Jadi penasaran apa yang dipikirkan kapten Tim Espada ini ya? Tenang, bakal dibahas di postingan selanjutnya. Kalau inget, kalau enggak inget, mohon diingetin ya?

Well, kembali ke laptop! Rano dan Ray sudah kenal lama sejak 10 tahun lalu. Kemungkinan, dari situ sudah ada chemistry bersama Tim Espada. Overall Grade: A 

Oh iya last but not least, di postingan ini kami ingin menginformasikan adanya aturan tiap tim yang non juara harus keep minimal 2 pemainnya, dan tim juara keep 3 pemain. Tujuannya, agar semua tim melakukan draft pick. Lalu, tim juara harus keep 3 agar core tim juara tetap ada, sehingga team lain memiliki kesempatan untuk balas dendam pada musim berikutnya.


Hmmm, pembahasan semua tim udah, pilihan para kapten tim juga udah, tinggal numpang ngadem di gym terus minum lemon tea demi WiFi gratis yang belum nih! hahaha Dengan demikian, selesai sudah analisa draft pick season 3 ini. Melihat liga sebelumnya, tim yang biasanya mendapatkan last pick akan struggle pada musim berikutnya. Apakah tim yang dominan pada musim lalu kayak Espada dan Venom bakal berjuang atau bahkan gagal masuk playoffs? atau malah makin mendominasi? Kita tunggu aja minggu depan.

Stay tuned, stay healthy, dan make score not war.. peace

– masbon
terima kasih