Sebagai kegiatan pertama dari rangkaian liga internal ini, proses drafting pemain juga menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Bagaimana tidak, hasil draft pemain ini sangat berpengaruh pada hasil akhir nantinya. Di sini bisa kita lihat kejelian para kapten sebagai pelaksana draft apakah dia mampu memilih pemain-pemain yang sesuai kebutuhan agar bisa membantu timnya untuk meraih juara. Dan pastinya para pemain sendiri akan bertanya-tanya di tim manakah mereka akan berlabuh.
Pada gelaran Playfield Dads Internal League (PDIL) season zero ini, telah ditentukan sebelumnya bahwa kapten yang terpilih untuk memimpin tim Light dan Dark adalah Andrian dan Bone. Kedua pemain yang sama-sama berposisi sebagai center ini dianggap sudah cukup mengenal pemain-pemain yang ada di dalam pool dengan baik sehingga mereka diharapkan bisa memilih anggota tim yang tepat. Dengan 16 pemain tersedia di pool berarti mereka masing-masing akan memilih 8 orang pemain dan melalui undian, Andrian yang biasa dipanggil Aan sebagai kapten tim Light mendapat giliran pertama untuk melakukan draft.

Di kesempatan pertama Aan memilih Degas yang berposisi sebagai guard dan Bone sebagai kapten tim Dark pun menjatuhkan pilihan pada Yocky yang memiliki posisi sama. Pilihan yang sangat bijak karena dengan memiliki playmaker yang mumpuni itu artinya kemenangan sudah 50% dalam genggaman. Selanjutnya Aan kembali memilih seorang guard yaitu Stanley sementara Bone lebih memilih untuk melengkapi formasinya dengan memilih Toro yang berposisi sebagai forward. Di putaran ketiga tim Light masih menumpuk posisi guard dengan memilih Toto sementara tim Dark memilih Cliff sebagai forward kedua. Ronde berikutnya cukup krusial karena kedua kapten harus menyegel starting line up nya dan pilihan mereka jatuh pada Ben (Light) dan Kejo (Dark) yang sama-sama berposisi guard.
Belum selesai, Aan dan Bone masih terus harus berpikir keras untuk memperkuat tim nya. Di round 5 Aan memilih Arry (forward) dan Bone memilih Didi (center). Selanjutnya putaran keenam berkebalikan, Aan memilih Indra yang berposisi center dan Bone memilih William yang berposisi forward. Kemudian dengan sisa 4 pemain di pool, dilakukan sistem draft dengan metoda wild card artinya harus memilih sisa pemain terakhir secara random dan akhirnya Yohe (forward), Howard (center) dan Henry (forward) bergabung ke tim Light serta Wishnu (forward) dan Julius (guard) menjadi 2 pemain terakhir yang masuk ke dalam roster tim Dark. Proses draft pun diakhiri dengan para kapten yang memilih coach masing-masing tim yang kali ini Bone lah yang mendapatkan kesempatan pertama dan memilih coach Archa sebagai pelatih tim Dark yang artinya coach Rio pun merapat ke tim Light.
Demikianlah keseruan yang terjadi pada saat draft night PDIL season zero ini dan sebagai penutup acara dilakukan pertandingan ujicoba antara tim Light dan tim Dark dengan roster pemain sesuai hasil draft yang baru saja dilakukan. Kesempatan ini dijadikan ajang kedua coach untuk menjajal formasi dan strategi masing-masing tim sebagai persiapan untuk menjalani liga yang akan dilaksanakan minggu-minggu berikutnya. Pada pertandingan eksebisi 4 quarter ini walau awalnya pertandingan berlangsung cukup ketat namun lama-kelamaan tim Dark mampu meninggalkan perolehan skor tim Light dan tampil sebagai pemenang. Tapi no worries karena coach Rio pastinya sudah menemukan celah-celah yang perlu ditambal sehingga bisa dipastikan saat liganya berjalan tentunya mereka tidak akan membiarkan tim Dark untuk kembali memenangkan pertandingan.
Kita tunggu saja!
