Berakhirnya musim pertama bukan berarti tim-tim peserta juga berakhir untuk berbenah. Dengan berkaca ke hasil yang dicapai musim lalu, menjadi tolak ukur untuk perbaikan kinerja tim dalam menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Saiyan Kakarot berhasil menjadi kampiun di season 1. Berbekal kemampuan individu dan kerjasama antar anggota timnya yang sangat solid, mereka tampil meyakinkan dengan memuncaki klasemen babak reguler dan mencatatkan 12 kemenangan tanpa kalah hingga tampil sebagai juara musim lalu. Sekarang yang menjadi pertanyaan besar bagi mereka adalah: apakah mereka bisa mempertahankan performance mereka di musim lalu sehingga bisa terus mempertahankan gelar juara? Bagaimana mereka menyikapi perubahan dan perkembangan dari tim-tim rival yang pastinya akan tampil lebih kuat lagi di musim ini?

Di sisi lain Saiyan Vegeta yang tampil sebagai runner-up juga tidak ingin selalu menjadi “nomor 2” layaknya karakter mereka di serial anime yang sangat terkenal itu. Hidup di bawah bayang-bayang kehebatan Son Goku bukanlah status yang menyenangkan. Kegagalan mengalahkan saudara seperguruan di babak regular dan final playoff menjadikan motivasi tersendiri bagi tim ini untuk menjadi lebih baik lagi. Meskipun berhasil menguasai hampir semua stats leader namun rasanya keberuntungan masih belum berpihak kepada mereka.

Esper menempati peringkat 4 klasemen akhir babak regular sebelum lolos dan berlaga di babak playoffs. Tampil terseok-seok di laga-laga awal, penampilan tim Esper berangsur-angsur membaik dan meraih kemenangan demi kemenangan. Menilai penampilan buruknya di awal liga dan akhirnya terhenti di semifinal tim Esper menilai kegagalan yang dialami tidak terlepas dari algoritma RNG yang sering tidak berpihak kepada mereka dan menatap musim baru sepertinya mereka harus lebih banyak berdoa dan memberi persembahan kepada dewa RNG.

Satu lagi tim yang terpaksa terhenti di semifinal yaitu Indopride Garuda. Tampil stabil di sepanjang musim mereka sempat mencatatkan perlawanan yang ketat di semifinal saat melawan Saiyan Kakarot dan tim yang disebut belakangan harus bekerja keras sebelum memastikan tempat di final dan akhirnya menjadi juara. Musim ini Indopride Garuda membelah diri menjadi 2 tim yaitu Garuda Pride dan Garuda Wrath yang menggambarkan kebanggaan dan kemurkaan mereka karena gagal memperoleh hasil maksimal di musim pertamanya.

Mirip dengan Esper, Tobe High juga mengawali musim dengan tidak mulus. Gagal di minggu pertama tidak membuat tim ini patah arang. Kerja keras mereka membuat Tobe High mampu duduk di peringkat 3 klasmen sementara di weekday 2 walaupun akhirnya terpaksa menjadi tim kelima yang masuk ke babak playoffs. Langsung tersingkir di babak awal playoff, mereka mengeluhkan koneksi internet yang bermasalah sehingga mereka tidak tampil maksimal. Dimotori oleh Ketek yang tercatat 4 kali tampil sebagai MVP dengan raihan 15 poin ke atas, sebenarnya kiprah tim ini cukup menjanjikan. Namun sekali lagi selain faktor teknis, faktor non teknis juga mempengaruhi hasil akhir pertandingan. Walau di musim ini mereka tampil dengan 2 tim, harapan mereka bukannya kekuatan mereka menjadi terbagi dua melainkan menjadi dua kali lipat.

Shohoku Cobra berniat untuk mempertahankan pondasi tim dengan menambah kekuatan melalui rekrutan baru. Tim ini menjadi tim terakhir yang lolos ke babak playoffs, hanya kalah head to head dengan Tobe High. Di musim yang baru tim ini membelah diri menjadi 2 tim yaitu Shohoku Cobra dan Shohoku Viper. Kali ini mereka menargetkan untuk reborn dan menjadi tim yang menjadi kandidat juara season 2.

Berkebalikan dengan Esper dan Tobe High, tim Kanagawa High menjadi tim yang kurang beruntung di musim lalu. Tampil baik di awal musim hingga menempati posisi 3 di tengah musim, ternyata Kanagawa High tidak mampu mempertahankan performanya di 2 pertandingan terakhir dan gagal lolos ke playoffs. Tentu saja ini menjadi kenangan buruk yang tidak ingin mereka alami lagi di musim berikutnya. Dengan mengganti nama menjadi Kanagawa Waves mereka berharap “tim anak SMA” kini berubah menjadi gelombang yang menyapu setiap lawannya hingga meraih gelar juara.

Setali tiga uang dengan Kanagawa High, Tensai juga mengalami grafik permainan yang menurun selepas tengah musim. Sempat menembus posisi kelima klasemen sementara namun apa daya mereka gagal menembus babak playoffs. Rekor hanya 2 kali kemenangan dari 8 pertandingan tentu saja bukan catatan yang bagus untuk dibanggakan. Oleh karena itulah pada musim ini Tensai akan tampil ngotot dengan 3 tim yaitu Tensai Eins, Tensai Deux, dan Tensai Jam yang berkolaborasi dengan ex tim Ryonan Gunners.

Menempati posisi juru kunci di musim pertama tidak membuat tim Ryonan Gunners pasrah tenggelam dalam lumpur hisap. Meskipun kehilangan sebagian pemain yang bergabung dengan tim baru Tensai Jam, kini dengan nama tim baru Slamdunk Dudes berencana tampil trengginas sejak awal. Kehadiran rookie baru Jin yang sudah terkenal akan kehebatannya tentu saja menjadi amunisi penting bagi tim ini untuk meraih kemenangan demi kemenangan dan membayar kegagalan total mereka di musim lalu.

Demikian gambaran tujuan dan Langkah-langkah yang diambil oleh 14 tim peserta INDO SLAMDUNK UNITY LEAGUE di season 2 ini. Menurut kamu tim mana yang akan menjadi juara?